Franchise Vs Usaha Sendiri, Manakah Yang Lebih Baik?

Written by Filo on February 4, 2021 in Tips berjualan makanan ringan with no comments.

“Secara umum, para pebisnis waralaba harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang waralaba dan menekankan pentingnya inovasi. Selain itu jangan ragu untuk menjalin relasi dan mencari potensi usaha lain,” kata dia. Itulah keuntungan-keuntungan yang bisa didapatkan saat membuka bisnis sendiri. Tak dapat dimungkiri, membuka bisnis sendiri ataupun bersama companion memiliki pro dan kontra masing-masing.

Beberapa keuntungan dan kerugian usaha waralaba

Dengan demikian pihak franchisor akan selalu berupaya untuk meningkatkan dan juga mempertahankan reputasi bisnisnya dengan stable. Franchisor akan selalu memastikan bahwa semua toko franchise yang beroperasi meski sudah dibeli oleh franchisee berada atau sesuai standar tertentu. Peluang bisnis waralaba atau yang sering disebut sebagai franchise memang terbilang menjanjikan di Indonesia karena peluangnya masih sangat besar. Besarnya peluang bisnis ini karena bisnis berjenis waralaba ini masih sangat jarang ditemui di daerah sehingga masih menyimpan potensi untuk menjadi goal pasar baru. Pihak pemilik franchise akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian franchise. Kemudian biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli franchise yang digunakan untuk perkembangan dan kelangsungan bisnis.

Jadi, jika rekan pembaca benar-benar ingin membangun waralaba yang sudah well-liked sebelumnya, siap-siap untuk merogoh kocek yang dalam ya demi pengembalian profit yang tinggi. “Franchisor-”nya bahkan ada yang berasal dari luar negeri seperti “The Medicine Shoppe” asal Amerika dan ada yang dari dalam negeri seperti “Apotek K-24” asal Jogja. Tidak perlu lagi repot-repot untuk memikirkan ide bisnis, brand, Daftar Togel Online dan sistem bisnis, karena hal tersebut sudah teruji dan kamu bisa langsung mengimplementasikannya nanti di lokasi baru. Ada biaya awal yang biasanya nominalnya cukup besar dan termasuk di dalamnya adalah biaya untuk dukungan dan pelatihan yang diberikan oleh pihak penyedia jasa demi suksesnya usaha waralaba yang dikelola. Anda sebagai pihak penerima franchise tidak perlu bersusah payah membangun manajemen bisnis yang baru.

Dengan begini, kita tidak perlu menunggu waktu terlalu lama untuk mendapatkan pengembalian modal. Lalu dia juga harus membuat penentuan lokasi, administrasi atau sistem akuntansi, rekrutmen pegawai, penyusunan SOP, menjalankan standarisasi, program pelatihan dan seterusnya. Sementara dari sisi franchisor, mereka hanya bisa hidup dan bertahan dengan mendasarkan pada royalty payment dari franchisee d.p.l. Dengan begitu, franchisor menjadikan franchisee sukses. Franchise harus memenuhi kriteria-kriteria franchise dan sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Franchise bukan untuk akal-akalan dengan menambahkan kata-kata tradisionil, personal dan syariah serta tidak mengenal diskriminasi.

Perusahaan franchise ternama biasanya akan berusaha untuk ‘menempatkan’ bisnis yang akan kamu kelola di lokasi terbaik. Harus diakui, membangun model merupakan salah satu proses tersulit yang harus dihadapi ketika memulai sebuah bisnis. Meski kualitas produk yang kita hasilkan jauh lebih unggul, namun terkadang kita sulit bersaing dengan mereka yang sudah lebih dulu menanamkan model. Training yang diberikan biasanya mengenai marketing, operasional bisnis, hingga keuangan. Pemilik waralaba juga akan memberikan panduan dan rekomendasi berbagai macam hal terkait dengan bisnis.

Comments are closed.