Dukung Kegiatan Belajar Daring, Ini 7 Ideas Anti Bosan Dari Mendikbud

Written by Filo on June 9, 2020 in Bisnis Online with no comments.

Bukan tidak mungkin, sekolah daring di era pandemi ini, pada titik tertentu bakal memicu munculnya downside psikologis yang dinamakan studying burnout, kejenuhan belajar. Seharusnya, siswa kekinian get pleasure from dalam menjalani sekolah daring. Pasalnya, sebagai generasi zaman now, mereka sudah akrab banget dengan teknologi gawai yang dijadikan basis pengembangan moda pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, ketika semua aktifitas belajar- mengajar dikemas secara on-line, itu sudah sangat klop dengan karakteristik siswa yang notabene sebagai native digital alias penduduk asli dunia digital. Meletakkan couch yang nyaman di front room akan menjadi pusat bercengkrama keluarga sambil menonton TV atau menemani me-time kita saat menonton movie di perangkat residence theater di rumah.

Partisipasi orang tua dalam menemani anak-anaknya belajar secara daring dirumah sangat penting sehingga orang tua dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Banyak orangtua mengeluhkan anaknya yang mulai bosan bermain dan belajar di rumah. Konsep belajar menggembirakan sebagaimana digagas oleh Ki Hajar Dewantara menjadi hal yang sulit diwujudkan di musim pandemi. Minat belajar siswa secara umum terdampak dengan diberlakukan sistem belajar daring yang saat ini diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Mengatasi rasa bosan terhadap anak-anak ketika sekolah online

Dalam buku kedua yang akan terbit Maret 2016, saya akan banyak membahas panduan dan tips praktis bagi orangtua dalam mendampingi fase Belajar Mendalam (usia 7 – thirteen tahun). Bila anda ingin mengatasi persoalan anak bosan belajar, bila anda ingin mendampingi anak anda belajar mendalam untuk meraih karir cemerlang, pastikan anda sudah mendaftarkan e-mail di Buku.TemanTakita.com. Bila sudah mendaftar, periksa kotak email Slot Deposit Pulsa anda dan lakukan konfirmasi dengan meng-klik tautan yang ada pada email dari kami. Ditengah pandemic ini guru dituntut untuk bisa mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi daring . Penggunaan aplikasi seperti zoom meeting sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama siswanya. “Selama belajar daring, anak memang aktivitas fisiknya jauh berkurang, dan kita sebagai orang tua harus peka.

Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis. Kegiatan belajar mengajar di tanah air berubah kala virus corona masuk ke Indonesia. Pemangku kebijakan negeri ini memutuskan kegiatan tersebut dilakukan di rumah secara on-line atau dengan model dalam jaringan .

Disarankan untuk memilih lemari yang tidak terlalu besar karena hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan perlengkapan sekolah. Dengan adanya lemari, tentu perlengkapan sekolah anak dapat terorganisir dengan baik. Afektif yaitu sikap, perasaan, dan nilai, hasil belajar dalam ranah ini ketika siswa aktif dalam menjawab pertanyaan dari guru, mengeluarkan pendapat . Orang tua dapat mengimbangi waktu penggunaan perangkat gawai dengan interaksi di dunia nyata. Orang tua dapat mengajak anak untuk melakukan kegiatan kegiatan yang dilakukan di dunia nyata seperti pengenalan kesenian atau pun olahraga. Investigasi yang dilakukan oleh Centre for Disease Control menunjukkan 7,1% anak-anak dalam kelompok usia three hingga 17 tahun telah didiagnosis dengan kecemasan, dan sekitar three,2% pada kelompok usia yang sama menderita depresi.

Sering kali kebosanan memaksa kita untuk keluar tanpa ada keperluan mendesak, meskipun kita menyadari pentingnya di rumah saja guna menekan laju penyebaran virus COVID-19. Misalnya mengajarkan bahasa Inggris sambil bermain scrabble, belajar matematika sambil menakar bahan kue atau masakan, dan sebaiknya. Selipkan pembelajaran sambil melakukan hobinya, sehingga proses belajar jadi lebih sederhana dan menyenangkan.

Pengamat Pendidikan Universitas PGRI Semarang Ngasbun Edgar mengatakan, pembelajaran daring siswa SD kelas rendah, termasuk anak TK, sudah pasti menjadi beban tersendiri bagi orang tua siswa. Kebanyakan kasus, justru orang tua yang harus meng-handle tugas-tugas anaknya. Yang menjadi persoalan, tidak setiap orang tua mempunyai waktu banyak untuk menemani anak belajar.“Ini yang menjadi persoalan serius, apalagi orang tua banyak yang disibukkan oleh pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Orang tua menjadi garda terdepan yang mengawal anak-anaknya untuk tetap belajar di rumah dan memberikan edukasi tentang apa yang sedang terjadi serta untuk tetap diam dirumah guna memutus penyebaran Covid-19. Selain itu orang tua juga bertugas untuk memonitoring anak selama belajar dirumah dengan metode pembelajaran daring. Para orang tua memang tidak semuanya memiliki kesiapan untuk menjadi pembimbing belajar online untuk anak-anaknya. Pemerintah memberikan arahan proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan cara daring atau online. Para guru akan memberikan tugas atau materi melalui sebuah aplikasi yang dapat diakses oleh siswa. Artinya, antara siswa dan guru harus memiliki fasilitas yang diperlukan.

Jika Guru mengajar online bukan berarti mereka melakukan proses belajar yang sama seperti di kelas tetapi mereka harus menggunakan metode yang baru sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih maksimal. Bersikap dinamis adalah salah satu cara mencegah anak bosan belajar di rumah. Misalnya, saat belajar sejarah candi, ajak anak untuk mengikuti digital tour ke candi-candi yang ada di web. Cari informasinya, lalu berpartisipasilah untuk belajar bersamanya.

Ini pekan ketiga pembelajaran dilaksanakan secara daring, tentu kreativitas para guru ditekankan agar para anak nyaman belajar. Meskipun daring, pembelajaran anak usia dini harus mengedepankan enam aspek perkembangan anak usia dini yakni Nilai agama dan moral, Fisik-Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial-Emosional, dan Seni. Tak dipungkiri, kerinduan anak-anak terhadap sekolah tatap muka sudah sangat dirasakan. Sebab, sudah hampir lima bulan mereka menjalani pembelajaran daring.

Comments are closed.